Surdadi-Sangkep Kampung lanjut ke tahap II dan hari ini Desa Suradadi menjadi pembukanya, masih dengan energi yang sama yaitu untuk mensosialisasikan migrasi aman dengan tagline “Sosialisasi Migrasi Aman – Lampak Solah, Pegawean Molah, Kepeng Tilah“. 

Dengan narasumber dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur, salahasatu founder ADBMI Foundation yaitu Pak Muhnan, BPD, dan Kepala Dusun Suradadi Timur. Sekitar 30 peserta dari beberapa golongon PMI (Calon PMI, Keluarga PMI, dan Mantan PMI) hadir dalam kegiatan ini.

Materi-materi yang disampaikan pada sangkep kampung tahap II ini tidak jauh dari materi-materi sebelumnya pada sangkep kampung tahap I yaitu; syarat-syarat menjadi PMI, bagaimana menjadi PMI yang resmi, dan langkah-langkahnya seperti apa tetapi ada sedikit tambahan materi, apa saja yang didapatkan jika kita menggunakan jalur resmi/prosedural/documented? “Asurandi dan Hak dilindungi” kata Hirsan (Kabid-Disnakertrans).

Asuransi dan perlindungan PMI menjadi pembahasan utama dalam kegiatan kali ini, karena beberapa warga berlatar belakang PMI tidak familiar dengan asuransi dan sangat membutuhkan perlindungan. Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan pemegang polis, yang menjadi dasar bagi penerimaan premi oleh perusahaan asuransi. Sudah ada Undang-undang yang mengatur tentang kedua hal tersebut, merajuk pada UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2014 TENTANG PERASURANSIAN  dan UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2017 TENTANG PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA.

Hal ini juga dijelaskna oleh Pak Hirsan (Kabid-Disnakertrans) “asuransi dan perlindungan sangat penting bagi PMI yang bekerja di luar negeri, memberikan jaminan dan perlindungan terhadap PMI pada saat bekerja di sana”. Dijelaskan juga bahwa menjadi PMI prosedural/resmi/documented tidak mengurangi pendapat PMI malah memberikan jaminan keselamatan dan memberikan perlindungan terhadap PMI jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada saat bekerja di luar negeri.

 

Lewat ke baris perkakas