Selong, ADH adalah singkatan dari Aktion Deutschland Hilft sebuah organisasi Non-Goverment dari Jerman. ADBMI Foundation bekerjasama dengan AWO International dan ADH untuk membantu masyarakat terdampak gempa lombok dalam program “Bantuan Langsung yang Responsif Gender Kepada Survivor Gempa Selama Fase Transisi” di-2 (dua) desa program yaitu Desa Wanasaba dan Desa Pringgasela Timur. Dalam program tersebut ADBMI Foundation menyiapkan agenda berupa Cek Kesehatan Untuk Ibu Hamil, Lansia, dan anak-anak; Pemberian Bantuan Alat-alat Memasak dan Rain Coat; 10 Unit Huntara (masing-masing desa 5 unit Huntara); 20 Unit Rehab Rumah bagi rumah rusak ringan (masing-masing desa 10 unit); dan Pembangunan 20 Unit Kloset (masing-masing desa 10 unit, dan yang dapat Huntara langsung ada Klosetnya); Pembangunan 1 (satu) Unit Mushala di Desa Pringgasela Timur; Pembangunan 1 (satu) Unit PAUD di Desa Wanasaba; dan Pembagian Perangkat Komputer untuk masing-masing LSD.

Kegiatan terkahir dari program ini adalah “Workshop Evaluasi Partisipatif Program” yang berlokasi di Lesehan Mae Cenggo, menghadirkan Taqiudin selaku fasilitator yang mengajak seluruh peserta yang hadir menilai keberhasilan program bantuan gempa tersebut. Dihadiri juga oleh Roma Hidayat salah satu founder ADBMI Foundation sekaligus koordinator program ini, Kepala Desa atau yang mewakili dari 2 desa program, Kepala Bidang dari Bappeda Lombok Timur, Kepala Puskesmas dari Priggasela Timur dan Wanasaba, perwakilan PKK, LSD, Karang Taruna, BPD, serta beberapa peserta perwakilan penerima manfaat dari 2 desa penerima bantuan.

Kegiatan workshop ini juga sekaligus sebagai kegiatan perpisahan bagi program ADH yg memang hanya berlangsung 3 bulan terhitung Januari – Maret 2019, Kegiatan bantuan yang dimulai tergolong sedikit ngaret dari target. Hasil evaluasi menyatakan bahwa program bantuan ini mendapatkan nilai rata-rata 4 (empat) dari 5 (lima) sebagai acuan nilai tertinggi dalam penilaian keberhasilan dan kepuasan semua pihak terhadap program bantuan ini. Selain tak ada gading yang tak retak, semua kesempurnaan hanya milik Yang Maha Kuasa. Namun, hasil yang paling membanggakan adalah kini 2 desa penerima bantuan telah memiliki roadmap penanganan pasca bencana desa yang juga disusun secara partisipatif pada Januari lalu.

Dilanjutkan pemberian peralatan IT (perangkat komputer) kepada 5 desa program (Awo International) di Kantor ADBMI Foundation, sebanyak 7 unit (2 unit tambahan untuk Desa Wanasaba dan Priggasela Timur dari program ADH). Dihadiri oleh Kepala Desa atau yang mewakili dan LSD dari 5 desa program. Masing-masing perangkat IT ini seluruhnya akan dimanfaatkan oleh masyarakat desa untuk menunjang pengelolaan informasi dan data sehingga informasi semakin terbuka dimana saja dan kapan saja.

Kegiatan terakhir yaitu diskusi Assesment Country Strategic bersama International Budget Partnership (IBP), kegiatan ini diluar dari kegiatan AWO International dan ADH. IBP sendiri adalah Kemitraan Anggaran Internasional yang bekerja sama dengan masyarakat sipil di seluruh dunia untuk menganalisis dan mempengaruhi anggaran publik untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas tata kelola. Diskusi dilakukan bersama para anggota LSD dari desa dampingan ADBMI sebelumnya dan beberapa anggota LSD yang baru. Membahas apa saja yang sudah ADBMI Foundation dan LSD lakukan terhadap masyarakat sekitar, dampak terhadap masyarakat, dan juga bagaimana sistem manajemen ADBMI Foundation.

Lewat ke baris perkakas