Senin 4 februari, dengan melibatkan 15 orang tenaga kesehatan dan belasan relawan yang terhimpun dalam LSD (Lembaga Sosial Desa), ADBMI Foundation bekerjasama dengan AWO International dan Aktion Deutschland Hilft melakukan pemeriksaan kesehatan dan diikuti pemberian makanan tambahan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Bantuan Terhadap Korban Gempa dalam fase transisi” yang akan menjangkau 5.230 penerima manfaat yang diseleksi berdasarkan tingkat kerentanan. Terdiri dari; Lanjut Usia (Lansia), Ibu Hamil (Bumil), dan anak-anak usia dibawah 5 tahun dari keluarga Pekerja Buruh Migran Indonesia (PMI) dan difabel (orang dengan kebutuhan khusus).

Program ini menyasar 2 (Dua) lokasi yang berbeda yaitu Desa Pringgasela Timur dan Desa Wanasaba dengan intervensi lain berupa ; pembangunan huntara, rehab rumah, pembagian raincoat dan alat dapur, pembangunan kembali sekolah lapangan untuk PAUD.

Kedua desa tersebut dipilih karena menjadi lokasi program ADBMI Foundation yang sudah terlebih dahulu berjalan  di sana. Alasan selanjutnya, dua desa tersebut terdampak gempa namun dianggap tidak masuk dalam data pemerintah sebagai desa lokasi rehab rekon. Terakhir karena dianggap belum mendapatkan bantuan yang cukup.

Dihadiri oleh Kepala Desa dan jugaKepala Puskesmas masing-masing desa program. Kegiatan berlangsung tertib dan lancar, pemberian bantuan juga tepat pada sasaran seperti yang sudah direncanakan. Disini LSD (Lembaga Sosial Desa) masing-masing desa mengambil peran penting dalam memanajemen kegiatan dari awal sampai selsai. LSD menyiapkan tempat kegiatan, berkoordinasi dengan pemerintah desa, dan mendata warga yang memang menjadi sasaran dari kegiatan ini dari jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan.

Kegiatan ini disambut baik oleh warga, respon dari pemerintah desa setempat juga sangat positif. “ADBMI sudah memberikan banyak kontribusi terhadap desa dan kami di desa tetap akan melakukan kerjasama yang baik terhadap kegiatan program-program selanjutnya,” kata Kepala Desa Pringgasela Timur.

 

Lewat ke baris perkakas