Kedome, Jum’at pagi (1/5/2020) LSD Ketapang Raya (Gema Bahari) diwakili oleh beberapa anggotanya mengikuti sesi pelatihan Asistensi Dokumetasi di rumah salah satu anggota LSD. Sebagai tindak lanjut dari Pelatihan Jurnalistik Warga yang pernah dilakukan sebelumnya di Hotel Green Ory Inn Tetebatu Selatan tahun 2019 silam.

Kenapa hanya sebagian anggota LSD yang ikut? Dikararenakan kondisi yang sekarang ini tidak memungkinkan untuk melakukan pelatihan seperti biasa. Mematuhi anjuran dari pemerintah guna mengantisipasi penularan dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Seperti Pandemi di dalam Pandemi, keinginan untuk terus belajar dirasakan oleh semua anggota LSD. Tidak hanya LSD Ketapang Raya (Gema Bahari). Sesi latihan Asistensi Dokumentasi ini diadakan untuk semua LSD yang terdaftar sebagai dampingan ADBMI Foundation yang bekerjasama dengan AWO International. Juga sebagai evaluasi terhadap perkembangan kemampuan menulis kepada semua pengurus LSD terutama mereka yang sudah mendapatkan pelatihan.

Pelatihan ini sangat penting bagi sebuah organisasi/lembaga terlebih bagi organisasi/lembaga yang baru berdiri dan ingin berkembang. LSD contohnya, sebuah lembaga sosial yang ruang lingkupnya di desa, beranggotakan orang-orang desa yang ingin memajukan desanya tetapi dengan pengetahuan yang tergolong minim dalam bidang dokumentasi dan publikasi akan membuat progresnya sulit dan terhambat.

Kemauan yang besar harus juga didukung dengan kemampuan yang mumpuni sehingga menghasilkan sesuatu yang bernilai tinggi. Unuk mencapai “Bernilai Tinggi” harus melalui proses yang pannjang, salah satu prosesnya yaitu dengan belajar. Dan semua LSD sedang berada di tahap “Belajar” ini.

Dalam sesi Asistensi Dokumentasi ini, Fatih Qudus Jaelani (Wartawan Lombok Post) selaku Trainer memfokuskan LSD untuk mengembangkan keahlianya dalam menulis sebuah narasi. Banyak orang dapat bercerita, namun tak bisa menulis. Padahal kata akan musnah bersama angin dan cerita akan tetap terikat ketika ditulis.

Tujuan pelatihan sederhana, mendorong adanya proses dokumentasi/jurnalistik warga dalam bentuk digital. Blog yang sudah dibuat, tidak hanya berisi laporan program tetapi juga akan menjadi pusat informasi bagi masyarakat desa masing-masing.

Lewat ke baris perkakas