Hari Rabu kemarin tepatnya tanggal 26/12/2018 ADBMI Foundation kedatangan tamu dari Jepang yaitu Mr. Takahashi Toshio dan Mrs. Takahashi Keiko (pasangan suami istri) mereka berdua adalah anggota dari People to People Aid (P2aid) sebuah Lembaga non Pemerintah di Jepang yang peduli terhadap Humanity (Kemanusian). Kunjungan mereka tidak lepas dari kegiatan monitoring pasca gempa lombok dan pembangunan Mushala/PAUD Auladuna di Dusun Batu Sela, Belanting, Sambelia, Lombok Timur.

Ini kali ke-empat mereka mengunjungi kami di ADBMI Foundation, nampak jelas terlihat kegembiraan mereka saat bertemu dengan kami. Orang Jepang terkenal sangat bangga terhadap bahasa ibu mereka tetapi hal itu tidak membuat mereka surut untuk menjalin komunikasi dengan kami. Bermodalkan sebuah kamus Indonesia – Jepang  dan pengalaman kunjungan mereka yang lalu itu sudah dirasa cukup untuk bisa menjalin komunikasi yang solid.

Kami menyambut mereka dengan senang hati dan memberikan suguhan ala kadarnya, segera membahas agenda apa saja yang akan dilakukan dalam rangka monitoring kali ini. Kami mengajak mereka melihat keadaan pasca gempa lombok dengan rute Sembalun meunuju Batu Sela. Di sela perjalanan singgah untuk mencicipi kopi racikan Barista Rumah Kopi Sembalun, sembari menanyakan apa saja kegiatan penduduk setempat pasca gempa lombok.

Setelah itu kami lanjutkan perjalanan langsung menuju tujuan utama yaitu Batu Sela, sampainya di sana penduduk setempat menyambut senang kehadiran Mr. Takahashi Toshio dan Mrs. Takahashi Keiko (P2aid). Mr. Takahashi Toshio dan Mrs. Takahashi Keiko pun sebaliknya, kehadiran beberapa anak kecil menjadi kegembiraan tersendiri untuk Mrs. Keioko yang memang sangat senang dengan anak-anak.

Lalu acara penyerahan kunci Mushala/PAUD Auladuna oleh Mr. Takhashi Toshio kepada Kepala Desa setempat sebagai simbol penyerahan tanggungjawab atas Mushala/PAUD Auladuna di batu Sela. Mrs. Keiko juga berkesempatan memberikan beberapa mainan anak-anak yang memang sudah dipersiapkan sejak awal.

Anak-anak setempat mengajak kami dan Mr. Takahashi Toshio dan Mrs. Takahashi Keiko untuk berkeliling sejenak melihat keadaan mereka yang sudah agak pulih secara mental tapi masih dengan infrastruktur yang kacau. Kami, Mr. Takahashi Toshio dan Mrs. Takahashi Keiko mencoba menghibur mereka agar tidak larut dalam kesedihan, mereka harus kuat.

Lewat ke baris perkakas