Dilansir dari Portal lombokpost.jawapos.com bahwa kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) perlu diantisipasi, mereka berisiko tinggi tertular Covid-19. Sejak Febaruari lalu, 1.305 orang buruh migran asal NTB pulang kampung.

”Kami perkirakan April-Mei menjadi puncak pemulangan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB M. Agus Patria, pada Lombok Post, kemarin (30/3)

Kepulangan PMI ini bak buah simalakama. Pemerintah tidak bisa melarang warganya pulang. Tapi di sisi lain, mereka berisiko tinggi menjadi pembawa virus Korona. ”Tidak hanya rentan tertular di negara tempat kerja, sepanjang perjalanan mereka rentan terjangkit,” kata Agus.

Menyikapi kepulangan PMI tersebut, Dinas Tenaga Kerja bersama dengan Dinas Sosial Lombok Timur berinisiatif menjemput PMI asal kabupaten Lombok Timur dari BIL (Bandara Internasional Lombok). Penjemputan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk kegiatan pencegahan penyebaran Covid-19 di kabupaten Lombok Timur.

PMI ini nantinya akan melalui proses tes kesehatan, bagi mereka yang memiliki gejala terkena Covid-19 akan dikarantina di asrama yang telah disediakan oleh pemerintah di Desa Labuhan Lombok di Labuhan Lombok, Lombok Timur. Sementara mereka yang tidak menunjukkan gejala Covid-19 disarankan untuk tetap melakukan katantina mandiri di rumah masing-masing.

Mari ambil sisi positifnya, PMI kita tidak perlu repot minta dijemput keluarga..

Lewat ke baris perkakas