“Terimakasih ADBMI, AWO International, ADH, dan YSI sudah memberikan kami bantuan” kata salah satu warga yang sudah diberikan bantuan pencegahan Covid-19 di Dusun Telong-Elong Desa Pringgasela Timur.

Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI ) Lombok Timur salurkan dua ratus paket  pencegahan Covid-19 dan Nutrition Food (Makanan Pendukung) di Desa Pringgasela Timur Kecamatan Pringgasela pada 30 Mei 2020.

Dalam aksinya ADBMI didukung oleh AWO International, Aktion Deuthschland Hilft (ADH), dan Yayasaan Sheep Indonesia (YSI) melalui LSD Pada Patuh (Lembaga Sosial Desa Pringgasela Timur) bantuan tersebut disalurkan pada kelompok rentan dan masyarakat yang tingkat mobilitasnya tinggi seperti Manula, Ibu Hamil (Bumil), Pedagang, Karyawan Perusahaan, Staf Desa, Satgas Covid serta Petugas Medis.

Sebelum bantuan diberikan para warga diperiksa suhu tubuhnya terlebih dahulu menggunakan alat pengecek suhu tubuh sesuai protokol yang ada oleh tim medis Desa Pringgasela Timur. Tidak hanya itu warga yang hadir juga diminta menggunakan masker yang sudah diberikan oleh Pemdes setempat dan tidak lupa dihimbau untuk selalu jaga jarak (Social Distancing) demi keamanan bersama.

Selain itu, ADBMI melalui staf lapangan juga tidak lupa untuk memberikan edukasi kepada penerima manfaat tentang tata cara melindungi diri dari Covid-19 menggunakan alat dari paket bantuan pencegahan yang sudah diberikan, untuk melindungi diri sendiri dan keluarga dari penularan dan penyebaran virus tersebut.

Bantuan tersebar ke seluruh dusun yang ada di Desa Pringgasela Timur mulai dari Dusun  Mujahidin, Dusun Elong Elong, Dusun Orong Bintang, Dusun Tibusala, Dusun Kebon Repok Utara dan Dusun Kebon Repok Selatan. Semua bantuan disalurkan ke semua Kepala Keluarga (KK) yang terdaftar sebagai penerima bantuan.

LSD Pada Patuh selaku Lembaga Desa sangat berperan dalam acara tersebut. Mulai dari pengemasan paket dan penyaluran paket LSD Pada Patuh selalu membantu kami dengan optimal. Tidak hanya itu Pemdes Pringgasela Timur juga mendukung sekali kegitan kami bahkan setelah kegiatan selesai Kepala Desa Pringgasela Timur sempat mengundang kami untuk bersilaturahmi ke rumahnya.

Metode pemberian bantuan kami lakukan secara Door to Door dan Team on The Spot. Maksudnya ada yang kami berikan langusung dirumahnya ada pula yang diberikan secara berkelompok, untuk mempersingkat waktu karena jika diberikan semua secara Dor to Dor tentu akan menyita banyak waktu.

Semoga apa yang kami lakukan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Dikuatkan lagi mental dan fisiknya untuk menghadapi segala ancaman yang sedang melanda maupun yang akan melanda. Bantuan yang kami berikan memang tidak seberapa tetapi yang kami harapkan adalah masyarakat mampu melalui masa-masa sulit seperti sekarang ini.

Lewat ke baris perkakas