Pemulihan keadaan pasca gempa lombok yang terjadi beberapa bulan lalu berlangsung sampai sekarang, keterbatasan sarana membuat masyarakat khususnya keluarga PMI yang terdampak gempa mengalami kesulitan dalam menjalani beberapa kegiatan rutinitas salah satu contohnya adalah memasak. Gempa tersebut membuat petalatan dapur warga banyak yang mengalami kerusakan.

Hari Sabtu 9 februari kemarin, menyasar 400 survivor gempa lombok yang berlokasi di 2 (dua) tempat yang berbeda yaitu Desa Pringgasela Timur dan Desa Wanasaba yang memang menjadi Desa Program, ADBMI mendistribusikan bantuan berupa peralatan dapur dan raincoat (jas hujan). “Kita tidak bisa memprediksi kemungkinan apa saja yang akan terjadi ke depannya. Diharapkan dengan bantuan ini, para survivor lebih siap dan tetap produktif menghadapi musim hujan ini.” kata Roma Hidayat.

Kegiatan ini adalah bagian dari program “Bantuan Terhadap Korban Gempa Dalam Fase Transisi” kerjasama ADBMI Foundation, AWO International, dan Aktion Deutschland Hilft, Jerman. Secara keselurahan aktivitas program, target kami adalah para Lansia (Lanjut Usia), Ibu Hamil (Bumil), Keluarga PMI, dan anak-anak usia 5 tahun keluarga PMI, sebagian aktivitas sudah ter-realisasikan hari senin tanggal 4 februari kemarin dan aktivitas tanggal 9 februari ini adalah tindak lanjut dari program yang menargetkan keluarga PMI yang mengalami kerusakan peralatan memasak.

Dalam tahap persiapan lapangan. Program akan berkonsetrasi pada perbaikan rumah, pembangunan HUNTARA (Hunian Sementara) untuk yang belum memiiki hunian dan pembangunan sekolah Lapangan untuk memastikan kuwalitas akses pendidikan anak usia 5 tahun.

Lewat ke baris perkakas