METODOLOGI

Analisis Sosial (Ansos) merupakan salah satu metodologi yang dikembangkan untuk mengetahui dan mendalami realitas sosial. Ansos dilakukan untuk memperoleh gambaran yang jelas dan lebih lengkap tentang sebuah situasi sosial dengan menggali hubungan-hubungan historis dan kulturalnya. Misalnya mempelajari tentang keadaan ekonomi, potensi sumber daya alam dan manusia, budaya, serta menggali informasi tentang Tenaga Kerja Indonesia yang ada di desa tersebut.

Ada dua metode atau data yang digunakan dalam Analisa Aosial (Ansos) yang digunakan di Desa Toya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur:

  1. Data kualitatif yaitu data yang dinyatakan dengan atribut. Data kualitatif diperoleh dari gambaran yang teratur tentang suatu peristiwa atau kejadian maka statistik ini disebut “Deskriftif” misalnya pengukuran nilai sentral (Rata-rata, Median, Modus), deviasi, perhitungan angka indeks, ukuran korelasi, dan trend.
  2. Data kuantitatif yaitu data yang dinyatakan dengan bilangan. Pada pendekatan seperti ini menggunakan alat statistik. Bila pendekatan menggunakan alat statistik berarti analisis data dilakukan menurut dasar-dasar statistik. Pendekatan kuantitafif seperti survey yang dapat berupa korelasional dan evaluatif.

RINGKASAN

Batas Wilayah

Batas-batas wilayah Desa Toya adalah sebelah utara Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Sebelah selatan Desa Aikmel, Desa Aikmel Timur dan Aikmel Barat, sebelah timur Desa Aikmel Utara dan Aikperapa dan sebelah barat Desa Lenek Ramban Biak dan Lenek Duren.

Luas Wilayah

No Dusun Luas (Ha)
Sawah L. Kering Prkbunan Ladang Tegalan Hutan Lain2
1 Toya Lauq 22.4
2 Darul Ihsan 25
3 Al-Muttaqin 5
4 Toya Daya 66 8 5
5 Pertemuan 55 5.5 115
6 Aiklomak 130 207 100 25 30 4 10
7 Peneda 94 80 25 55
8 Kekuang 50
9 Mtr. Lekong 120
 10 Jumlah 425 287 258.5 195 30 9 10

Desa Toya terletak pada ketinggian 394 mdpl, 08° 32.95 LS dan 116° 30.633 BT. Dengan luas wilayah 1.241.5 Ha meliputi lahan sawah seluas 425 Ha, lahan kering 287 Ha, perkebunan 285.5 Ha, ladang 195 Ha, tegalan 30 Ha, hutan 9 Ha dan lain-lain 10 Ha. Proporsi lahan sawah, lahan kering/tegalan/kebun setiap tahun mengalami alih fungsi lahan dari lahan pertanian ke pemukiman.

Jumlah Penduduk

NO Jumlah Agama
Dusun RT Jiwa L P KK KK Miskin Islam Hindu Kristen Total
1 Toya Lauq 5 1031 470 561 333 117 1031 1031
2 Darul Ihsan 4 713 349 364 244 58 713 713
3 Al-Muttaqin 3 669 315 354 229 50 669 669
4 Toya Daya 5 995 464 531 328 87 995 995
5 Pertemuan 4 1020 515 505 328 123 1020 1020
6 Aiklomak 4 842 437 405 250 141 842 842
7 Peneda 6 968 487 481 293 137 968 968
8 Kekuang 5 872 380 492 267 113 872 872
9 Montor Lekong 4 926 439 487 205 88 926 926
10 JUMLAH 40 8036 3856 4180 2477 914 8036 8036

Jumlah penduduk Desa Toya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur sampai dengan akhir tahun 2013 tercatat sebanyak 7.761 jiwa terdiri dari 3.776 jiwa laki-laki dan 3.985 jiwa perempuan dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 2.329 KK. Pada tahun 2014 jumlah penduduknya sebesar 8.010 jiwa dengan jumlah KK 2.432. Sedangkan sampai dengan akhir tahun 2015 jumlah penduduk Desa Toya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur tercatat sebanyak 8.036 jiwa terdiri dari 3.856 jiwa laki-laki dan 4.180 jiwa perempuan dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 2.477 KK.

Pekerjaan dan TKI

No Jenis Pekerjaan Jml Status Migrasi  Jml Relasi Dengan Tki Klg Yg Menjadi TKI Jml Tanggungan Pendapatan/Bulan Keluarga
L P Eks Klg P L P L
1 Petani 224 314 405 279 440 Suami 279 121 545 1157 907 < 300000 18
2 Buruh 210 Istri 275 300000-600000 264
3 IRT 154 Ortu 100 600000-1000000 296
4 Pengusaha 1 Anak 36 > 1000000 141
5 Pedagang 23 Sdra 29
6 Wiraswasta 69
7 Saudagar 1
8 PNS 1
9 Pelajar 9
10 Ojek 7
11 Peternak 11
12 Penjahit 3
13 Guru Honor 1
14 Pembantu 4
15 Wirausaha 1
16 Jumlah 719 719 719 719 666 2064 719

*Sumber : ADBMI & Friends pada Sensus BMI (2016)

Jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) Desa Toya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur adalah 314 jiwa laki-laki, 405 jiwa perempuan dengan perincian yang menjadi eks-TKI  279 jiwa dan keluarga TKI 440 jiwa. Sedangkan keluarga yang menjadi TKI adalah 121 jiwa perempuan dan 545 jiwa laki-laki dan yang menjadi tanggunganya adalah 1.157 jiwa perempuan dan 907 jiwa laki-laki.

Sejarah Desa

Menurut perspektif masyarakat bahwa komunitas sosial budaya masyarakat dominan adalah berasal dari Dusun Toya, dimana nama Toya berasal dari bahasa Sasak yaitu “to” dan “ya”. To artinya sana dan Ya artinya ia, sehingga dapat disimpulkan Toya artinya sana ia atau di sana dia yaitu kata yang menunjukkan tempat.

Konon pada jaman kerajaan Selaparang hendak ditaklukkan oleh Kerajaan Bali oleh pasukan Anak Agung Gede Karang Asem. Dusun Toya adalah merupakan salah satu dusun yang terletak pada jalur utama dan jalur lintas tertua antar Lombok Barat, Aikbuak, Kotaraja, Lendang Nangka, Pengadangan, Loanggali, Suela (Dusun Selaparang, kotaraja Kerajaan Selaparang dulu).

Toya merupakan tempat persinggahan para maha patih yang telah menempuh perjalanan jauh. Oleh karena itu para tokoh dan pemuka masyarakat sepakat untuk memberikan nama dengan nama Toya.

Fungsi Pemerintahan Desa Toya masih sangat kental dengan budaya lokal yaitu pemerintahan yang mengedapankan nilai-nilai Islami. Pada tahun 2013 Desa Toya resmi menjadi desa definitif berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur Nomor 15 Tahun 2010 tentang Pembentukan 49 Desa di Kabupaten Lombok Timur pada tanggal 13 Desember tahun 2010 dan selanjutnya dengan Peraturan Bupati Kabupaten Lombok Timur Nomor 45 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Lombok Timur Nomor 15 Tahun 2010 tentang Pembentukan 49 Desa di Kabupaten Lombok Timur tersebut.

Pada tanggal 19 Juni 2011 telah diadakan pemilihan umum dan terpilihlah H. M. Rusdi pada priode 2011-2017 berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kabupaten Lombok Timur Nomor 188.45/532/PMPD/2011 Tanggal 6 Juli Tahun 2011.

Kondisi Ekonomi

Angkatan kerja merupakan salah satu variabel utama dalam menggerakkan roda perekonomian suatu wilayah. Fenomena angkatan kerja di Desa Toya cenderung fluktuatif sebagai akibat kondisi perekonomian pada umumnya.

Jumlah penduduk usia kerja (15-56 tahun) pada tahun 2013 sebanyak 4.274 jiwa, dibandingkan dengan jumlah penduduk usia kerja pada tahun 2014 sebanyak 4.255 jiwa, berarti terjadi penurunan sebanyak 19 jiwa.

Pada tahun 2013 tercatat 95 penduduk usia kerja yang tidak bekerja. Angka ini  lebih baik jika dibandingkan dengan keadaan tahun 2014 dimana tercatat sebanyak 65 orang penduduk usia kerja yang tidak bekerja, sebagian besar dikarenakan penduduk usia kerja ini masih bersekolah atau kuliah. Dengan demikian selama satu tahun terjadi penurunan angka pengangguran.

Pendapatan

Kegiatan perekonomian di Desa Toya dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan, dan berimplikasi bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Sebelumnya kegiatan ekonomi masyarakat hanya ditopang oleh sektor pertanian.

Dalam perkembangannya perekonomian, perdagangan dan peternakan juga mulai berkembang dengan pesat. Sehingga selain sektor pertanian, sektor perdagangan dan peternakanpun memberikan kontribusi yang cukup besar bagi penyerapan tenaga Kerja.

Sumber pendapatan masyarakat di Desa Toya berasal dari beberapa sektor yaitu pertanian, perkebunan, peternakan, jasa, industri rumah tangga dan perdagangan.

Menilai perkembangan ekonomi selama dua tahun menunjukkan masyarakat Desa Toya tidak hanya menggantungkan perekonomiannya pada sektor pertanian saja akan tetapi telah mulai melirik sektor-sektor ekonomi lainnya.

Sumber Daya Manusia

Kualitas sumber daya manusia masyarakat Desa Toya terus mengalami perubahan yang dilihat dari sektor pendidikan masyarakat Desa Toya yang terus mengalami perkembangan. Di samping itu juga bisa dilihat di sektor kesehatan masyarakat, kualitas pengamalan dan pemahaman terhadap ajaran agama serta pemeliharaan budaya dari tahun ke tahun terus meningkat.

Hal ini terbukti dengan telah banyak dibangunnya sarana dan prasarana penunjang yang dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan sumber daya manusia.

Pendidikan

Sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan dari tahun ke tahun cukup menggembirakan dan cukup memadai. Peran serta masyarakat yang cukup tinggi dalam rangka mensukseskan program-program di bidang pendidikan dan kesehatan, hal ini tercermin dari adanya sarana pendidikan yang terdiri dari:

  • Tingkat TK sebanyak 7 unit yang berada di Dusun Darul Ihsan, Dusun Toya Daya, Dusun Aiklomak, Dusun Pertemuan, Dusun Montor Lekong dan Dusun peneda.
  • Tingkat PAUD sebanyak 3 unit di Dusun Toya Daya, Dusun Aiklomak dan Dusun Darul Ihsan.
  • Tingkat Raudatul Atfal (RA) sebanyak 2 unit yang berada di Dusun Peneda dan Dusun Montor Lekong.
  • Tingkat sekolah dasar (SD) sebanyak 4 unit yang berada di Dusun Toya Lauk, Dusun Pertemuan, Dusun Kekuang dan Dusun Montor Lekong.
  • Tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 4 unit yang berada di Dusun Darul Ihsan, Dusun Toya Daya, Dusun Peneda dan Dusun Aiklomak.
  • Tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 6 unit yang berada di Toya Lauk, Dusun Darul Ihsan, Dusun Pertemuan, Dusun Peneda, Dusun Aiklomak dan Dusun Montor Lekong.
  • Tingkat Sekolah Menengah Atas/Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA) sebanyak 4 unit yang berada di Dusun Toya Lauk, Dusun Darul Ihsan, Dusun Aiklomak dan Dusun Pertemuan, dan.
  • Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) sebanyak 48 unit yang terletak di semua kekadusan.

Kesehatan

Di bidang kesehatan tingkat derajat kesehatan masyarakat Desa Toya dalam kurun waktu 3 tahun terakhir cukup baik, karena ini didukung oleh sarana dan prasarana  kesehatan dan partisipasi masyarakat yang cukup tinggi dalam rangka mensukseskan program kesehatan.

Dapat digambarkan bahwa prasarana kesehatan di antaranya:

  • 1 unit polindes
  • 12 unit posyandu
  • 2 orang tenaga kesehatan yaitu bidan, dan.
  • 9 orang dukun bersalin.

Keagamaan

Di dalam bidang penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama Desa Toya mempunyai kerukunan dan ketaatan yang cukup tinggi dalam melaksanakan ibadah setiap harinya. Ini terbukti dengan berdirinya masjid/mushalla pada masing-masing kekadusan yang ada di Desa Toya, di antaranya:

  • 18 unit Masjid
  • 25 unit Mushalla
  • 7 unit Pondok Pesantren, dan.
  • 1 unit Panti Asuhan

Rata-rata atau seratus persen masayarakat Desa Toya memeluk Agama Islam dengan jumlah 8.010 jiwa.

Potensi Sumber Daya Alam

No Komoditi Produksi/Pengolahan Pelaku
1 Pisang Ø  Keripik Pisang

Ø  Kolek

Ø  Pisang Goreng

Ø  Warga

Ø  Saudara

Ø  Pengepul

2 Alpukat Ø  Jus Alpukat

Ø  Sabun/Lulur/Lotion

Ø  Warga

Ø  Saudara

Ø  Pengepul

3 Mangga Ø  Jus Mangga

Ø  Rujak

Ø  Warga

Ø  Saudara

Ø  Pengepul

4 Pepaya Ø  Sabun

Ø  Rujak

Ø  Warga

Ø  Saudara

Ø  Pengepul

5 Nangka Ø  Keripik Nangka

Ø  Kolek

Ø  Gorengan

Ø  Warga

Ø  Saudara

Ø  Pengepul

6 Ubi Ø  Keripik Ubi

Ø  Kue Ubi

Ø  Krake

Ø  Warga

Ø  Saudara

Ø  Pengepul

7 Jagung Ø  Gorengan

Ø  Kerake

Ø  Roti

Ø  Pelet

Ø  Warga

Ø  Saudara

Ø  Pengepul

8 Padi Ø  Beras Ø  Warga

Ø  Saudara

Ø  Pengepul

9 Jambu mente Ø  Kacang – kacangan Ø  Warga

Ø  Saudara

Ø  Pengepul

10 Kelapa Ø  Minyak Goreng

Ø  Santan

Ø  Serundeng/Ksaur

Ø  Warga

Ø  Saudara

Ø  Pengepul

11 Kopi Ø  Kopi Bubuk Ø  Warga

Ø  Saudara

12 Jahe Ø  Kopi Jahe

Ø  Jamu

Ø  Bumbu

Ø  Warga

Ø  Sudara

13 Kunyit Ø  Obat Ø  Warga

Ø  Saudara

Ø  Pengepul

14 Laos Ø  Bisa Di Jadikan Jamu

Ø  Dapat Di Jadikan Bumbu

Ø  Pribadi

Ø  Kelompok

15 Jeruang Ø  Bisa Jadi Obat Ø  Kelompok
16 Mata air Ø  Untuk Air Minum

Ø  Pamdeg

Ø  Irigasi

Ø  Wisata

Ø  Kelompok
17 Kapas Ø  Bisa Di Jadikan Bantal

Ø  Kasur

Ø  Saundagar

Ø  Tengkulak

18 Cabe Ø  Dapat Di Jadikan Bumbu Ø  Kelompok
19 Tomat Ø  Bisa Jadi Bibit

Ø  Jadi Saos

Ø  Pasar

Ø  Warung

Ø  Kelompok

20 Kacang-kacangan Ø  Bisa Jadi Bibit Ø  Kelompok
21 Bawang Ø  Bumbu Bawang Goreng Ø  Pasar
22 Buncis / antap Ø  Di Jadikan Gorengan

Ø  Sayur

Ø  Pasar
23 Pasir Ø  Jadi Bahan Bngunan Seperti Bataco dll Ø  Kelompok
24 Krikil Ø  Bisa Di Jadikan Pengaspalan Ø  Kelompok
25 Bata Ø  Untuk Bahan Bangunan Ø  Kelompok
26 Sapi Ø  Untuk Menggarap Lahan Pertanian Ø  Masyarakat
27 Kambing Ø  Di Jual Ke Pasar/Di Tengkulak

Ø  Jadi Sate

Ø  Masyarakat

Ø  Tengkulak

Ø  TPD

Ø  Desa

Ø  PKK/Kader

Ø  Kadus

28 Ayam Ø  Di Jual Ke Pasar/Di Tengkulak

Ø  Kentaki

Ø  Abon

Ø  Masyarakat

Ø  Tengkulak

Ø  TPD

Ø  Desa

Ø  PKK/Kader

Ø  Kadus

29 Itik Ø  Di Jual Ke Pasar

Ø  Telur Asin

Ø  Masyarakat

Ø  Tengkulak

Ø  TPD

Ø  Desa

Ø  PKK/Kader

Ø  Kadus

30 Kemiri Ø  Di Jual Ke Pasar Dalam Bentuk Kemasan Ø  Masyarakat

Ø  Tengkulak

Ø  TPD

Ø  Desa

Ø  PKK/Kader

Ø  Kadus

31 Bambu Ø  Jadi Pagar

Ø  Jadi Tusuk Sate

Ø  Masyarakat

Ø  Tengkulak

Ø  TPD

Ø  Desa

Ø  PKK/Kader

Ø  Kadus

32 Jamur Ø  Pembudidayaan Jamur/Tiram

Ø  Pemasaran

Ø  Sate Jamur

Ø  Masyarakat

Ø  Tengkula

Ø  TPD

Ø  Desa

Ø  PKK/Kader

Ø  Kadus

33 Pakis Ø  Di Jual Ke Pasar Ø  Masyarakat

Ø  Tengkulak

Ø  TPD

Ø  Desa

Ø  PKK/Kader

Ø  Kadus

34 Labu Ø  Di Jual

Ø  Jadi Kue

Ø  Masyarakat

Ø  Tengkulak

Ø  TPD

Ø  Desa

Ø  PKK/Kader

Ø  Kadus

35 Gegaok Ø  Di Jual Ke Pasar

Ø  Jadi Obat

Ø  Masyarakat

Ø  Tengkulak

Ø  TPD

Ø  Desa

Ø  PKK/Kader

Ø  Kadus

36 Nanas Ø  Jadi Rujak

Ø  Jadi Jus

Ø  Jadi Sle

Ø  Masyarakat

Ø  Tengkuak

Ø  TPD

Ø  Desa

Ø  PKK/Kader

Ø  Kadus

37 Cengkeh Ø  Di Jual Ke Pasar

Ø  Jadi Racikan Rokok

Ø  Jadi Bumbu

Ø  Masyarakat

Ø  Tengkulak

Ø  TPD

Ø  Desa

Ø  PKK/Kader

Ø  Kadus

38 Tembakau Ø  Di Jual Ke Tengkulak

Ø  Di Jual Dalam Bentuk Kemasan

Ø  Masyarakat

Ø  Tengkulak

Ø  TPD

Ø  Desa

Ø  PKK/Kader

Ø  Kadus

39 Serikaya belanda Ø  Di Jual Ke Pasar

Ø  Jadi Jus

Ø  Jadi Obat Kangker : Daun

Ø  Masyarakat

Ø  Tengkulak

Ø  TPD

Ø  Desa

Ø  PKK/Kader

Ø  Kadus

40 Sangol Ø  Di Jual Ke Pasar

Ø  Jadi Kripik

Ø  Jadi Kue

Ø  Masyarakat

Ø  Tengkulak

Ø  TPD

Ø  Desa

Ø  PKK/Kader

Ø  Kadus

*Sumber : ADBMI & Friends pada Diskusi Komunitas (Oktober-Desember 2016)

Tabel di atas menunjukkan bahwa potensi sumber daya alam Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang ada di Desa Toya Kecamatan Aikmel, baik yang berada di dalam dan luar kawasan hutan.

Indikator Kemiskinan

  • Harta atau barang tidak lebih dari 5 juta
  • Penghasilan kurang dari 700 ribu
  • Listrik tidak punya kwh/punya/30-40 ribu bayar perbulan
  • Warga minimal pendidikanya tamat SD.
  • Warga yang tidak bisa calistung.
  • Warga yang tidak terampil.
  • Warga sakit berobat ke dukun/paranormal karena tidak mampu membiayai perobatan ke puskesmas/rumah sakit.
  • Warga yang berdomisili jauh dari fasilitas kesehatan.
  • Cacat fisik.
  • Warga yang berpenghasilan tidak tetap.
  • Warga yang tidak memiliki lahan garap.
  • Warga yang memiliki rumah di bawah 5×7 m tidak permanen.
  • Di dalam 1 rumah terdapat 2 sampai 3 KK.
  • Warga membeli pakaian 1 tahun sekali.
  • Warga yang terdata sebagai data miskin di desa.

Hasil dari diskusi warga pada Lokakarya Desa.

Gender

Relasi Perempuan dan Laki-Laki di Level Keluarga dan Masyarakat

Keseimbangan antara laki-laki dan perempuan di masyarakat Desa Toya Kecamatan Aikemel Kabupaten Lombok Timur dapat dilihat pada level keluarga dan masyarkat. Jika ditinjau dari segi pekerjaan banyak pekerjaan laki-laki juga dikerjakan oleh perempuan. Misalnya dalam mencari nafkah untuk keluarga. Kalau dalam hubungan masayarkat ada beberapa peran yang sering lebih dominan dilakukan oleh laki-laki daripada perempuan. Misalnya dalam musyawarah seringkali laki-laki lebih banyak hadir daripada perempuan dan bahkan seringkali juga para perempuan menerima keputusan dari laki-laki.

Akses dan Partisipasi dalam Pembangunan Desa

Di Desa Toya tingkat partisipatif masyarakatnya cukup tinggi dalam memberikan akses serta keterlibatan dalam pembangunan desa. Keterlibatan laki-laki dan perempuan sangat cukup namun seringnya keberadaan perempuan hanya pada sektor logistik dan yang lainya dimandatkan pada laki-laki. Misalnya dalam hal kepanitiaan seringnya laki-laki menjadi ketua dan perempuanya hanya pada bagian konsumsi.

Kebijakan dalam Rumah Tangga

Pada masyarakat Desa Toya Kecamatan Aikemel Kabupaten Lombok Timur dalam hal pemberian keputusan lebih seringnya laki-laki walaupun antara laki-laki dan perempuan sama-sama memberikan pendapat untuk menentukan sesuatu, namun hal itu tidak mutlak terjadi pada laki-laki. Di sektor-sektor tertentu juga perempuan seringkali meberikan keputusan mislanya dalam pengadaan alat rumah tangga.

Manfaat

Dampak positif yang yang dapat dialami oleh laki-laki dibanding oleh perempuan adalah lebih banyak fungsi laki-laki dan perempuan. Misalnya fungsi di kelembagaan masyarat atau di Pemerintahan Desa.

Migrasi

Jumlah Tenaga Kerja Indonsia (TKI) Desa Toya

Dari data yang diperoleh pada Sensus BMI 2016 oleh Konsorsium ADBMI & Friends bahwa, sekitar (9%) masyarakat Desa Toya mengadu nasibnya ke luar negeri atau menjadi TKI dari jumlah penduduk Desa Toya Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur tercatat sebanyak 8.036 jiwa terdiri dari 3.856 jiwa laki-laki dan 4.180 jiwa perempuan dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 2.477 KK.

Jumlah Kelurga Menjadi TKI & Tanggungan TKI

Tingkat kecendrungan menjadi TKI antara laki dan perempuan lumayan cukup tinggi dimana komposisinya adalah perempuan sebanyak 121 jiwa dan laki-laki 545 jiwa.

Sedangkan tanggungan keluarga TKI menunjukkan bahwa perempuan sebanyak 1.157 jiwa dan laki-laki 907 jiwa. Hal tersebut menerangkan bahwa lebih banyak keluarga perempuan dibanding laki-laki yang menjadi tanggungan dari para TKI.

Mata Pencaharian Keluarga TKI

Mata pencaharian dari eks dan keluarga TKI lebih banyak di sektor pertanian dengan jumlah 224 jiwa, selanjutnya buruh 210 jiwa. Ibu rumah tangga 154 jiwa, wiraswasta 69 jiwa dan untuk yang lainya tidak terlalu banyak.

Sejarah Migrasi

Masyarakat Desa Toya mulai bermigrasi pada sekitar tahun 1980-an. Salah satu diantaranya yang pernah menjadi pelopor TKI pada saat itu adalah Amaq Saepudin dengan negara tujuan Malaysia. Proses perjalanan yang ditempuh dengan menggunakan kapal laut yaitu dari pelabuhan Lembar dengan transport Rp.125.000,- (Seratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah).

Malaysia adalah negara pilihan dan yang paling dikenal oleh para TKI, sehingga Malaysia sebagai pilihan utama untuk pergi merantau ke luar negeri. Tidak memiliki pekerjaan sebagai faktor pendorong untuk pergi merantau atau mencari pekerjaan ke Malaysia dan memiliki penghasilan tetap atau rutin setiap bulanya. Di samping itu juga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di lingkungan keluarga dan terbangunnya rumah sebagai tempat tinggal.

Para TKI tidak membawa perubahan yang begitu drastis di masyarakat, mulai dari perubahan budaya, bahasa dan gaya hidup setelah sepulang dari Malaysia. Kebiasaan-kebiasaan hidup di lingkungan masyarakatnya tetap dipertahankan tanpa mengadopsi budaya atau gaya hidup di luar negeri.

TKI tidak lagi pada seorang laki-laki, namun di masyarakat Desa Toya perempuan dan anak-anak pun juga ikut terlibat untuk menjadi TKI. Menjadi TKI salah satu pekerjaan alternatif yang dilakukan oleh masyarakat Desa Toya untuk menopang prekonomian keluarga, mengingat lahan garap persawahan dan ladang yang menjadi tempat mencari kerja sudah banyak dimiliki oleh masyarakat yang dari luar.

TKI tidak terlepas dari tindak kriminal, baik TKI laki dan perempuan. Dari kasus-kasus yang pernah terjadi, Pemerintah Desa Toya tidak tinggal diam jika ada masyarkat yang ditimpa tindakan kriminal. Upaya yang dilakukan oleh desa terhadap TKI yang bermasalah atau tindakan kriminal yang dilakukan ke para TKI adalah membantu para TKI untuk menyelesaikan masalahanya dengan cara berkoordinasi dengan pihak PT yang memberangkatkan.

Timeline Migrasi

No Nama Usia Tahun Tujuan Biaya Rute Hasil
1 A.Saepudin 50 1980 Malaysia 125 ribu Lembar – Pontianak Rumah
2 A.Susan 35 2006 Malaysia 2 juta Rembiga Biaya Sekolah
3 A.Aziz 27 2002 Malaysia 1 juta Sumbawa Biaya Sekolah

 *Sumber : ADBMI & Friends pada Diskusi Komunitas (Oktober-Desember 2016)

Konservasi dan Usaha Ekonomi Rakyat

Desa Toya terletak di bawah kaki Gunung Rinjani, dengan cuaca serta musim yang memberikan kondisi alam dengan peranan strategis yang tinggi nilainya bagi masyarakat. Dengan demikian di dalam menyelenggarakan dan pengolahan lingkungan hidup yang sehat dan bersih, Pemerintah Desa Toya mengeluarkan Perdes Nomor 04 Tahun 2014 tentang Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan.

Tujuannya adalah memperkecil pengaruh negatif terhadap lingkungan, memaksimalkan pengaruh positif kegiatan manusia bagi lingkungan, serta mendeteksi secara dini terjadinya pencemaran lingkungan.

Selain itu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Toya adalah degan membentuk BUMDes pada tahun 2015. Namun BUMDes tersebut belum berjalan secara aktif, akan tetapi BUMDes tetap akan didorong oleh Pemerintah Desa agar tetap berjalan sambil mendisain konsep BUMDes agar BUMDes tidak bergerak seumur jagung saja dan BUMDes dapat membantu prekonomian masayakat di Desa Toya.

Di sisi lain upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Toya agar lingkungan tetap terjaga misalnya Desa Toya berbatasan langsung dengan kawasan TNGR yaitu upaya konservasi hutan, upaya tersebut Pemerintah Desa Toya berkoordinasi dengan Masyarakat Mitra Polhut yang pengurus dan anggotanya berasal dari dusun yang berbatasan langusung dengan kawasan TNGR yakni dari Dusun Montor Lekong dan Dusun Kekuang.

Analisa SWOT

No Strengths (Kekuatan) Weaknesses (Kelemahan) Opportunity (Peluang) Threats (Ancaman)
1 Kemiskinan
a.     Adanya remittance TKI yang bisa dikelola.

b.     Adanya program pemberdayaan dari NGO.

a.    Management pengelolaan remittance yang masih rendah.

b.    Minimnya pemberdayaan masyarakat di level desa.

a.     Peningkatan kapasitas masyarkat.

b.     Melakukan pemberdayaan masyarakat sesuai yang diatur dalam undang-undang desa.

c.     Munculnya wira usaha baru.

a.    Keterbatasan akses masyarkat (informasi dan infrastruktur lainya).

b.    Makin tingginya pengangguran.

2 konservasi
a.     Adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga kawasan hutan.

b.     Berkurangnya masyarakat merambah hutan (balok kayu).

c.     Memiliki potensi sumber daya alam yang cukup, seperti hasil hutan bukan kayu (HHBK).

d.    Telah terbentuknya pengurus masyarkat mitra polhut (MMP).

a.    Sumber daya manusia yang masih rendah.

b.    Kurang koordinasinya dengan stakeholder yang lain.

 

 

d.    Membangun jejaring yang lebih luas.

e.     Reboisasi dan konservasi kawasan hutan.

a.    Kepemilikan lahan yang yang dimiliki oleh masyarakat dari luar.

b.    Terjadinya kekeringan dan merosotnya debit air.

3 Migrant
a.    Jumlah anggota TKI yang cukup banyak.

b.    Adanya sebagian TKI yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

a.    Kondisi ekonomi keluarga yang minim.

b.    Tidak ada pekerjaan alternatif.

c.    Tidak adanya pembinaan.

a.    Peningkatan kapasitas masyarakat TKI.

 

a.    Terjadinya pengangguran.

b.    Tuntutan ekonomi rumah tangga yang terus bertambah.

4 Gender
a.     Jumlah penduduk perempuan lebih banyak daripada laki-laki.

b.     Terbangunya partisipatif perempuan dan laki-laki dalam pembangunan.

a.     Kurangnya keterlibatan perempuan secara penuh.

b.     Tufoksi perempuan masih dalam ranah domistik.

a.     Terbukanya ruang dalam menyatakan pendapat.

b.     Peran perempuan lebih banyak daripada laki-laki dalam pembangunan desa, seperti dalam pelaksanaan sensus penduuk, pelayanan kesehatan (posyandu) yang mayoritas pengerjaanya adalah perempuan.

a.    Terbatasnya peran perempuan dalam pengambilan keputusan.

b.    Rendahnya minat perempuan dalam pembangunan.

Rekomendasi

1 Kemiskinan
a.    Dibangunya fasilitas jaringan internet sebagai akses informasi desa dan masyarakat.

b.    Perlu adanya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas masyarakat yang dilakukan oleh Pemerintah desa secara terus menerus.

c.    Pembentukan kelompok belajar dan kelompok usaha sebagai sentra ekonomi masyarakat.

d.   Dibentuknya BUMDesa beserta pengurusnya.

2 konservasi
a.    Diperkuatnya awik-awik atau aturan yang mengatur tentang pelestarian lingkungan atau kawasan hutan.

b.    Meningkatkan kerjasama dengan dinas instansi terkait atau dengan pihak lain untuk melakukan pelestarian lingkungan atau kawasan hutan.

c.    Meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya pelestarian lingkungan dan kawasan hutan.

3 Migrant
a.     Harus ada bagian khusus yang menangani issu buruh migrant dalam struktur Pemerintah desa.

b.     Perlu membentuk lembaga pemerhati issu buruh migrant sebagai bentuk sosial di bentuk perlindungan terhadap buruh migrant asal desa.

4 Gender
a.     Meningkatkan peran perempuan dalam semua aspek pembangunan.

b.     Program-program pemberdayaan perempuan harus ditingkatkan.

 

Lewat ke baris perkakas