Berbagi adalah salahsatu cara bersosial di masyarakat terlebih bagi masyarakat yang memang membutuhkan ulran tangan dari saudara yang mampu.

Pringgsela Timur, Lebur Anyong saling sedok adalah salah satu pilar Filosofis berdirinya ADBMI. Diambil dari nilai tradisional Suku Sasak yang dapat diterjemahkan sebagai Solidaritas, Kesetiakawanan dan Kesalihan Sosial. Bersama dengan teman-teman dari LSD Pada Patuh Desa Pringgasela Timur kami berbagi sedikit rezeki berupa paket pencegahan & penanggulangan dampak Covid-19, berupa paket kebersihan & makanan tambahan.

Dari pintu ke pintu kami bertamu, menelusuri jalan yang tidak sebagus jalan protokol, debu dan panas tidak dihiraukan. Mulai dari Dusun Tibusala diteruskan ke Dusun Mujahiddin dan Dusun Orong Bintang.
Kebahagiaan kami adalah ketika melihat ketabahan dan semangat warga yang tak surut oleh Pandemi . Seperti yang dipertunjukkan oleh Papuq (Kakek) Ramiah, Beliau warga dusun Tibusala yang usianya sudah 79 tahun, dengan pengelihatan dan pendengaran yang kurang, jalannya saja dibantu tongkat dan dituntun. Beliau tetap semangat untuk bekerja meskipun pertumbuhan ekonomi sedang seret atau tidak bagus.

Nasehatnya pada kami adalah “Terimakasih saya tidak bisa melihat dan kurang mendengar. Siapapun kamu terimakasih sudah berbuat baik kepada saya, jangan lupakan sholat dan selalu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa”.

Kegiatan tersebut kami lakukan selama 2 (dua) hari, pada hari ke-dua kegiatan jalan-jalan yang kemarin kami lakukan, pembagian paket pencegahan dan penanggulangan dampak Covid-19 telusuri Kantor Desa, Mushalla, Masjid, Sekolahan, dan Polindes yang berada di wilayah Desa Pringgasela Timur.

Beberapa warga juga yang belum sempat dibagikan paket pada hari sebelumnya kami panggil. Mereka berbondong berdatangan ke tempat kami melepas lelah seraya membagikan paket. Tertatih melangkah menghampiri, teriak tangis anak kecil yang digendong, senyum manis bahagia, kami saksikan.
Kata “Terimakasih” bagi kami sangat bermakna mengingat senyuman warga yang terlintas di wajah lusuh penuh harapan saat dibagikan bantuan paket. Senyumannya begitu gembira menghilangkan penat berjalan menelusuri jalan berbatu di bawah teriknya matahari yang melumuri kulit.

Dan tidak sengaja kami bertemu dengan Pak Hapippudin, seorang Mantan PMI yang pernah terkena kasus penipuan saat menjadi Calon PMI dan diberikan Assistensi penanganan kasusnya oleh ADBMI. Beliau termasuk juga warga yang menerima bantuan paket pencegahan dan penanggulangan covid-19.

Beliau sekarang bekerja mandiri sebagai Pandai Besi di tempat ia tinggal. “Ada hati ingin menjadi PMI lagi tetapi keinginan untuk mengembangkan pekerjaan yang saat ini saya lakoni jauh lebih daripada menjadi PMI lagi. Terimkasih sudah membantu saya waktu itu.” tutur Pak Hapippudin kepada Tim ADBMI. Mental yang memang kami harapkan dari para Mantan PMI guna menaikkan derajat ekonomi lokal.

Lewat ke baris perkakas